Bi Eha sudah cukup lama menjadi pembantu di rumah Tuan Hartono. Ini merupakan tahun ketiga ia bekerja di sana. Bi Eha merasa kerasan karena keluarga Tuan Hartono cukup baik memperlakukannya bahkan memberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh seorang pembantu. Bi Eha sadar akan hal ini, terutama akan kebaikan Tuan Hartono, yang dianggapnya terlalu berlebihan. Namun ia tak begitu memikirkannya. Sepanjang hidupnya terjamin, ia pun dapat menabung kelebihannya untuk jaminan hari tua.
ngewe pembantu enak sekali…
Januari 22, 2008 · & Komentar
Kategori: sepatuh baya
Ditandai: bi eha, kontol, memek, pembantu
ngentot bos ku
Januari 22, 2008 · & Komentar
Selama satu minggu Ibu Mertuaku berada di Jakarta, hampir setiap hari setiap ada kesempatan aku dan Ibu Mertuaku selalu mengulangi persetubuhan kami. Apalagi setelah Indri istriku ditugaskan ke Medan selama tiga hari untuk mengerjakan proyek yang sedang di kerjakan kantor istriku, Aku dan Ibu mertuaku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang kami peroleh, kami berdua semakin lupa diri. Aku dan Ibu mertuaku tidur seranjang, layaknya suami istri, ketika hasrat birahi kami datang aku dan Ibu Mertuaku langsung menuntaskan hasrat kami berdua. Kusirami terus menerus rahim Ibu Mertuaku dengan spermaku, akibatnya fatal.
(lagi…)
Kategori: sepatuh baya
Ditandai: ngentot, setengah baya, tante
tuminah
Januari 22, 2008 · & Komentar
Nasibmu lah, Tuminah. Wajahmu sama sekali tidak cantik. Hidungmu pesek
seperti jambu klutuk yang disumpalkan di atas mulutmu. Gigi atasmu
tonggos, terlalu jauh keluar dari bibirmu yang tebal tidak karuan.
Jidatmu menonjol tak proporsional dengan mukamu yang bulat dan gempal.
Kedua matamu belo dan sama sekali tidak sedap dipandang mata.
